Lelucon Korupsi

Ilustrasi Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka

Syahdan, serombongan manusia sedang menunggu masuk di pintu surga. Mereka dipanggil satu per satu oleh pejabat malaikat yang bertugas di sana. Mereka ditanya tentang segala perbuatan yang dilakukan ketika masih hidup.

Nah, pada sesi tanya jawab itulah rombongan manusia tersebut melihat bahwa pada tembok belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandar udara. ”Tapi, kok ada yang aneh. Apa ya?” beberapa orang mulai merasakan kejanggalan. Ah, ini dia! Kalau jam di dunia menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda sesuai kota tujuan, maka jam dinding di surga yang berbeda adalah kecepatan putaran jarumnya.

Salah seorang yang agak bingung bertanya kepada malaikat di sana tentang perbedaan jam ini. ”Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran pejabat pemerintah yang ada di dunia sewaktu Anda hidup,” sang malaikat menjelaskan. ”Semakin jujur pemerintahan Anda, jam negara Anda semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat pemerintah negara Anda, maka semakin cepat pula jalannya.”

”Coba lihat itu!” kata seorang yang sedang antre kepada yang lainnya, ”Jam Filipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi, tuh.”
”Itu lagi, itu lagi,” seru yang lainnya, ”Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tak kalah cepat dari jam Filipina.” ”Oh, iya ya, benar juga. Wah, hebat sekali jam itu.” Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru tersebut.

Tapi…
Di mana gerangan jam Indonesia? Mereka pun mencari-cari, namun tak ketemu juga. Sampai akhirnya, salah seorang dari mereka pun memberanikan diri bertanya kepada malaikat tadi.
”Oh, jam Indonesia… Kami taruh di belakang, di dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin,” jawab sang malaikat.

Lelucon semacam ini, sudah sering terdengar. Dan, kita semua tersenyum menertawakan diri sendiri. Artinya, kita secara sadar, bahkan sangat sadar, bahwa korupsi di Indonesia demikian kronis. Buktinya, beberapa kali Indonesia yang kita cintai menempati peringkat pertama atau kedua dalam ”kejuaraan” negara-negara terkorup di dunia.

Menjadi tugas kita bersama untuk sedini mungkin turut aktif dalam pemberantasan korupsi di negara kita. Di mulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat, dengan lantang kita teriakan “KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI”.

Referensi:

Buku 4 Tahun KPK | Menyalakan Lilin di Tengah Kegelapan

(Editor: Iman RH. Abidin)

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: